Jenis Kandang Ayam
Oleh: Dr. Ir. Nurdin, M.M.
Jenis Kandang Dari Segi Bahan
Kandang bagi ayam sangat penting oleh karena di sanalah ayam akan hidup dan dipelihara sehingga jika kandang tidak memberi kenyaman kepada ayam akan berpengaruh terhadap populasi, pertumbuhan dan produksi ayam. oleh karena itu seorang peternak harus mempersiapkan dengan baik kandang yang akan digunakan sebagai wadah tempat pemeliharaan ayam mereka. Kandang dari segi materi yang digunakan terbagi tiga yaitu:
1. Kandang Non Permanen
Kandang non permanen adalah kandang yang dibangun dari bahan-bahan yang tersedia berupa bahan-bahan lokal yang ada di sekitar tempat atau lokasi peternakan. seperti daun nipah (atap), bambu ( tiang, dinding dan lantai), kayu (tiang, dinding dan lantai). Kandang ini biasanya memiliki umur efisiensi agak singkat, yakni sekitar 1- 5 tahun., sehingga kandang ini bersifat sementara, Keuntungan kandang dari bahan-bahan lokal ini investasi yang tertanam pada kandang agak murah akan tetapi umur efisiennya singkat, sehingga peternak harus mempersiapkan kandang baru atau merenopasi kandang, sehingga membutuhkan tambahan biaya investasi. Hal ini perlu diperhatikan oleh peternak dan memperlu memperbandingkan biaya investasi yang ditanam pada kandang non permanen dengan kanadang permanen.
2. Kandang Semi Permanen
Kandang semi permanen adalah kandang yang memadukan antara bahan lokal dan bahan-bahan , kandang ini dari segi fisik berada antara kandang non permanen dengan kandang permanen. Umur efisiensi dari kandang semi permanen agak lebih lama dibandingkan dengan non permanen. Kandang ini secara efektif dapat digunakan sampai 5 - 10 tahun. Kandang ini biasaya sudah menggunakan lantai semen dengan tiang kayu dan atap nipah atau rumbia atau bahan lokal lain.
3. Kandang Permanen
Kandang permanen adalah kandang yang sudah menggunakan bahan-bahan yang memiliki daya tahan lama seperti lantai beton atau semen, atap dari asbes atau seng, dindingnya bisasny dirangkai dari kawat ram atau dinding dari semen dan batu-bata bahkan ada kandang tertutup close House. Kadang ini dirancang secara permanen sehingga diharapkan dapat digunakan lebih lama sampai berpuluh-puluh tahun.
Kandang Dari Segi Lantai
Kandang dari segi lantai dapat dibedakan menjadi tiga yaitu kandang lantai litter yaitu kandang yang dibuat di atas tanah langsung atau dilapisi dengan lantai semen. Lantai kandang litter membutuhkan bahan lain seperti sekam atau serbuk gergaji. Jenis lantai kedua adalah lantai slak, yaitu kandang yang menggunakan lantai dari bambu, kawat, besi atau kayu. Kandang ini agak praktis oleh karena ia tidak memerlukan bahan lain, ia dapat langsung digunakan. Lantai kadang selanjutnya adalah dimix antara lantai litter dengan lantai slak.
Kandang dari Segi Bentuk Atap
Merancang atap kandang harus disesuaikan dengan kondisi atau cuaca dimana kandang akan dibangun, Ada dua jenis rancang atap kandang yang biasanya di gunakan yaitu kandang monitor dan petana. Kandang monitor adalah kandang yang dibuat bersusun dengan rongga udara antara atap sehingga memungkinkan sirkulasi udara. Atap ini biasa digunakan pada daerah tropis. Sedangkan atap pelana adalah kadang yang kedua ujungnya bertemu pada bagian atas. Kandang ini biasanya digunakan pada daerah yang suhuny agak rendah agar kehangatan kandang dapat terjaga.
4. Jenis Kandang Berdasarkan Lantai
1. Kandang Litter
Kandang litter termasuk kandang yang banyak digunakan oleh peternak di indonesia. Kandang ini mempunyai lantai tanah atau semen dan ditutup dengan sekam padi, serutan kayu, serutan sisa gergajian dan kapur. Ketebalan litter sekitar 5-15 cm. Ayam dipelihara berdasarkan komunitas. Menggunakan kandang litter memiliki kelebihan seperti muda dalam pembuatan, biaya relatif murah, kokoh, akan tetapi ia juga memiliki kekurangan yaitu kondisi litter harus senangtiasa dikontrol. Litter yang basah menimbulkan bau amoniak sehingga dapat menganggu pernapasan ayam bahkan dapat merusak alat pernapasan ayam sehingga dapat menimbulkan penyakit terutama ngorok. Ada beberapa hal yang perlu dipehatikan dalam penggunaan kandang litter diantaranya:
* Ayam yang dipelihara jangan terlalu padat, sesuaikan luas kandang dengan dengan populasi yang diperlihara, jangan juga terlalu kurang sebab merugikan peternak oleh karena banyak area kandang yang tidak terisi, sementara perawatannya sama saja ketika banyak dipelihara
* Sekam harus dibolak-bali minimal 2 kali dalam sehari semalam, jika menggumpal harus segera diganti
* Senangtiasa menambahkan kapur pada litter agar air dapat terserap sekaligus mengurangi kelembaban udara dan bau
* Sirkulasi udara harus diperhatikan dan jika diperlukan tambahkan kipas angin, dan jika ada
2. Kandang slat
Kandang ini biasa digunakan untuk ayam broiler akan tetapi juga dapat digunakan untuk ayam kampung pedaging. Kelebihan kandang slat di antaranya adalah :
- Kandang lebih besih oleh karena kotoran dapat langsung jatuh ke tanah
- Amoniak tidak terlalu berpengaruh oleh karena jarak ayam dengan tanah agak jauh
- Jumlah ayam dapat lebih padat
- Sanitasi lebih mudah
- agak aman dari gangguan binatang seperti anjing
- Dari segi biaya agak lebih mahal
- Harus mengganti bagian kandang yang rusak terutama slatnya yang mudah lapuk.
3. Kandang dengan lantai campuran
Kandang campuran biasanya terdiri dari 2/3 bagian berbentuk kandang slat dan 1/3 bagian kandang berlantai litter. Pada umumnya kandang ini digunakan untuk peternak yang lebih berfokus pada pembibitan ayam ras.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar